Hukum & ​Kriminal

Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan Berujung Maut, Satu Polisi Gugur Dua Anggota Hilang

5
×

Penggerebekan Bandar Narkoba di Katingan Berujung Maut, Satu Polisi Gugur Dua Anggota Hilang

Sebarkan artikel ini

KATINGAN (TALAWANGkota) — Penggerebekan terhadap terduga bandar narkotika yang dilakukan personel Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Katingan di Desa Tumbang Kalemei, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (2/7/2026) dini hari, berakhir tragis dengan satu anggota Polri gugur, satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku tewas dan dua personel kepolisian masih dalam pencarian.

Kapolres Katingan, AKBP Dodik Hartono membenarkan peristiwa tersebut dan mengatakan pihaknya saat ini masih memfokuskan pencarian terhadap dua anggota Satresnarkoba yang belum ditemukan.

“Benar ada kejadian itu dan saat ini kami masih fokus melakukan pencarian terhadap dua anggota yang belum ditemukan,” ujarnya.

Penggerebekan terhadap kasus tindak pidana narkotika, katanya, berhasil mengamankan salah seorang terduga pelaku sebelum situasi berubah menjadi aksi penyerangan terhadap petugas.

“Pada saat salah satu pelaku sudah diamankan, tiba-tiba keluarga pelaku menyerang anggota menggunakan parang, anggota di lapangan kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur sehingga satu orang dari pihak keluarga terduga pelaku meninggal dunia,” katanya.

Namun setelah kejadian tersebut, warga lainnya ikut melakukan perlawanan terhadap personel kepolisian yang sedang melaksanakan operasi.

Polres Katingan, tambahnya, mencatat Aipda Yudi Kristian gugur saat menjalankan tugas, sementara dua personel lainnya masih dalam pencarian melalui penyisiran di wilayah sungai dan sekitar lokasi kejadian.

“Saat ini situasi sudah kondusif, keluarga pelaku sudah kabur dari lokasi dan 50 personel dari Polda Kalimantan Tengah juga sudah bergerak memberikan bantuan serta dukungan dalam penanganan peristiwa ini,” tambahnya.

Peristiwa tersebut turut mendapat perhatian dari Gerakan Dayak Anti Narkoba (GDAN) yang mengutuk keras aksi perlawanan terhadap aparat penegak hukum saat menjalankan tugas pemberantasan narkotika.

“Kami mengutuk keras para bandar dan mafia narkoba yang berani melawan aparat, kami turut berduka cita atas gugurnya anggota kepolisian yang sedang menjalankan tugas negara dan mendukung kepolisian agar segera menangkap para pelaku yang bertanggung jawab,” ujar Ketua GDAN Kalteng, Ririn Binti.

GDAN berharap peristiwa ini menjadi momentum bagi seluruh masyarakat Kalimantan Tengah untuk bersatu bersama aparat memerangi peredaran narkoba agar para bandar tidak lagi merusak kehidupan masyarakat. (Sumber Tabengan)