Kalimantan TengahPeristiwa

BPBD Barsel: Tanggap Darurat Karhutla Bisa Diperpanjang

19
×

BPBD Barsel: Tanggap Darurat Karhutla Bisa Diperpanjang

Sebarkan artikel ini
BPBD Barsel: Tanggap Darurat Karhutla Bisa Diperpanjang

BUNTOK (TALAWANGkota) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), menyiapkan kemungkinan memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) apabila kondisi di lapangan masih mengkhawatirkan.

Kepala BPBD Barsel, Agus In’yulius mengatakan, status tanggap darurat karhutla yang saat ini berlaku dijadwalkan berakhir pada 5 September 2026.

“Kalau kondisi di lapangan belum memungkinkan untuk mengakhiri status tanggap darurat, tentu masih dapat diperpanjang,” katanya di Buntok, Senin (31/8).

Menurutnya, berakhirnya masa berlaku status tanggap darurat tidak secara otomatis menghentikan penanganan karhutla karena keputusan perpanjangan akan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan.

“Status siaga kemarin hanya 17 hari, karena terjadi peningkatan sehingga akhirnya kita naikkan statusnya menjadi Tanggap Darurat,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Barsel menetapkan status siaga karhutla selama 17 hari sebelum meningkatkan status tersebut menjadi tanggap darurat selama 30 hari akibat kondisi kebakaran yang semakin meningkat.

Agus mengatakan, tantangan penanganan karhutla saat ini masih cukup besar karena petugas menghadapi sebaran hotspot, luasan lahan terbakar dan medan yang sulit dijangkau.

“Yang pasti, kendala terbesar yang kami hadapi saat ini adalah sebaran hotspot, luasan lahan yang terbakar serta sulitnya medan yang dihadapi,” ujarnya.

Meski menghadapi sejumlah kendala, penanganan karhutla di Barsel sejauh ini masih dapat dilakukan melalui kerja sama dan koordinasi antarinstansi terkait.

“Kalau yang lain-lain, kita bersyukur semuanya bisa teratasi secara baik dengan adanya kerja sama serta koordinasi antarinstansi terkait,” tambahnya.

BPBD Barsel terus meningkatkan kesiapsiagaan dan melakukan penanganan secara cepat terhadap setiap titik karhutla yang muncul agar kebakaran tidak semakin meluas.

Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla yang masih tinggi di sejumlah wilayah.

Warga diminta segera melaporkan apabila melihat tanda-tanda kebakaran agar titik api dapat ditangani lebih cepat sebelum meluas. (mad)